Kurang lebih sekitar empat bulan yang lalu aku beli traveler’s notebook ini. Entah apa yang ada di pikiran atau kesambet makhluk apaan, begitu liat langsung jatuh hati sama traveler’s notebook ini. Sebelumnya aku agak familiar sih sama traveler’s notebook ini. Sebuah jurnal untuk para traveler, aku pertama kali tau lewat instagram salah satu penggemar stationery thedailyroe yang aku follow gara – gara ngefans banget dengan cara dia dekorasi notebook jurnal sehari – harinya.
Ga nyangka aja bisa nemu notebook ini di Surabaya. Meskipun, ini hanya tiruan dari seri aslinya traveler’s notebook yang terkenal yaitu midori traveler’s notebook. Sebenarnya pesen online di webnya midori sih bisa, tapi balik lagi karena adanya kendala yang begitu banyak; pertama biaya pajak import barang dari luar ke indonesia yang serem banget kaya muka mak lampir. Mungkin hapir sejuta untuk pajak nya aja. Itupun belum biaya shipping dari jepang ke indonesia, dan belum lagi kalau barangnya hilang dari perjalanan jakarta ke surabaya (pengalaman pribadi). Kedua aku ga punya macam kartu kridit , paypol dll.
![]() |
| Penampakan Si Merah :) |
Notebook ini aku dapet di toko stationery impor classroom , yang terletak di salah satu moll terbesar di kota Surabaya. Ga sengaja juga liatnya karena niatan ke toko itu mau hunting stamp baru. Ada 3 macem warna traveler’s notebook yang di display. Merah, coklat, dan hitam. Setelah pertimbangan yang cukup melelahkan dan pertempuran hati yang bergejolak di dada :D, aku putusin akhirnya beli yang warna merah.
Harganya jauh lebih murah di bandingkan dengan punya midori. Sekitar 200 ribu rupiah, sudah lengkap. Kalau midori kan sekitar $45 isinya cuma papernotebook sama ruber bandnya. Jelas jauh berbeda dengan midori. Midori bahan sampulnya dari leather asli, hal yang buat midori semakin unik, karena lama kelamaan bahan leather jadi usang dan kliatan vintagenya.
Awalnya ga paham sama fungsi isi notebook ini. Karena ada 3 macam jenis kertas yang di binding terpisah – pisah di dalamnya. Pertama kertas yang tebal banget warnanya ga putih, agak ke arah warna ivory, kedua kertas coklat seperti kertas daur ulang, dan yang ketiga kertas yang kasar semacam kertas sketch book. Setelah googling sana googling sini akhirnya paham apa fungsi dari berbagai macam jenis kertas yang ada di dalam traveler’s notebook ini.
![]() |
| 3 binding kertas |
![]() |
| Ini kertas yang pertama, kertas ini untuk nulis note atau bisa buat menggambar. Cukup tebal gramnya dan waterproff. Biasanya para traveler's menggambar dengan cat air di kertas ini. Dan bisa juga buat nulis note tentang perjalanan mereka. |
![]() | |
| Kertas kedua, Kertas craft. Fungsinya untuk scrapbook. Nempelin segala macem yang bisa di tempel hehe... contohnya nempeling tiket perjalanan, struk makanan, dll. |
![]() | |
| Ini bagian paper craft punya aku. Seperti ini fungsinya, bisa nempelin apapun yang mau di tempel. |
![]() |
| Yang terakir, kertas sketch. |
Karena aku bukan traveler's dan mungkin ga punya kesempatan menjadi traveler's hiks T__T... so aku buat kegiatan keseharian, acara – acara special di tulis di notebook ini. Ada kepuasan sendiri waktu dekor, hias sana – sini di buku ini. Mungkin sebagian orang ngomong ini ga penting amat di lakuin. Tapi balik lagi yang tadi aku bilang ada kepuasan sendiri saat melakukan hoby yang kita tekuni. Dan jujur aku masih pengen banget punya notebook yang asli, notebook punya midori, apalagi belinya langsung ke toko di jepang hihi :). But, sekarang di puas – puasin dulu sama buku ini hhehe.. sembari nabung buat beli notebook midori
Salam,
Astrid Arifianti.
Salam,
Astrid Arifianti.






0 Comments