Adakah di antara kalian yang merasa jika hidup yang kalian jalani selama ini tidak mengalami perubahan? Coba bertemu kembali dengan teman lama.. Dan temukan jawabannya setelah itu..
Pengalaman ini terjadi sama aku...
Jadi..
Seminggu lalu, aku ada janji ketemuan dengan teman lama. Teman semasa SMA dulu. Teman yang dulu pernah asing ga kenal satu sama lain.. trus jadi akrab di akhir kelulusan sekolah karena ga sengaja mantan aku temen deketnya. Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka, malah hampir tidak ada komunikasi yang terjalin. Hanya tau lewat social media path yang sering wara - wiri di timeline tentang kegiatan mereka masing - masing. Sebenarnya kita juga punya kontak line, entah karena sibuk dan punya kehidupan masing - masing jadi jarang komunikasi. Seringnya hanya chat undangan main game get rich haha...
Dan dua bulan sebelumnya temanku mendadak chat dengan kata – kata yang serius, bahas hal yang serius juga. Sedikit heran dengan kata – kata nya sekarang. Agak lebih “dewasa” menurutku, kata – kata nya di atur sedemikian rupa. Ga nyangka, dulu yang biasanya chat dengan kata – kata “ala” surabaya, sekarang jadi mirip ngobrol sama older people. Dia cerita mau menikah, sama teman semasa SMA ku juga. Berhubung aku vendor foto wedding, jadi dia calling minta tolong buat dokumentasikan acaranya.
Sehari sebelum ketemuan, temanku chat line, dan ngajakin ketemuan untuk bahas tentang foto prewedding yang kita sepakati dua bulan sebelumnya. Kami janji bertemu di tunjungan plaza surabaya, tempat yang menurutku strategis untuk bertemu. Karena kebetulan aku pun ada janji dengan client lain hari itu, di tunjungan plaza juga.
Tepat pukul setengah 3 sore aku sampai di tunjungan plaza, lebih cepat setengah jam dari jam yang aku dan temanku sepakati untuk ketemuan. Memang sengaja aku datang duluan, karena aku juga sekalian cari buku baru di gramedia. Turun dari mobil aku langsung cepat – cepat menuju gramed, ambil langkah panjang - panjang ninggalin suamiku yang memilih tidur di dalam mobil. Aku cuma punya waktu setengah jam untuk milih – milih buku. Waktu yang super singkat buat mutusin mau beli buku apa, dan tentu saja aku ga dapat buku sama sekali, hehe. Selang 45 menit temanku si A tlp, bilang kalau sudah sampai tunjungan plaza, dan menyuruh ku untuk menunggu di depan gramedia karena dia mau menyusulku ke sana.
Ga lama aku lihat sosok dua makhluk berdiri di dekat pintu masuk. Dua orang yang secara fisik ga terlalu banyak berubah. Tetap tinggi menjulang, bertubuh kurus, hanya saja ada yang berubah dengan penampilan mereka. Yang cewek si ‘A’ sekarang memakai hijab, syar’i lagi, sedangkan si cowok ‘K’ dengan tampilan berewok dan kumisnya.
“Hei!!” sapaku ke mereka dengan nada yang amat gembira ria. Sedikit mirip nadanya kalau kamu manggil abang tukang bakso yang kelewatan jauh dari rumah mu.
“Hei” balas si A dengan nada yang sedikit kaget, mungkin keheranan liat fisik ku yang 100% berubah.
“wih, kamu ternyata bisa tembem” di sambung dengan komentar K dan menyalami ku. mengingat dulu fisikku selalu kurus dari tahun ke tahun dan ga bisa gemuk sama sekali.
“hah iya tah?” jawabku sembari megang pipi ku. Lantas kita bertiga lanjut jalan ke arah utara Mall.
“Jadi enaknya kemana?” tanya si A ke aku sambil dia melihat kanan kiri cari tempat strategis buat kita ngobrol.
“ terserah kemana, yang no smooking, apa smooking?” jawabku, karena seingatku mereka berdua perokok. “ya yang smoking aja, hehe” sahutnya.
Sembari jalan aku membuka obrolan dengan mengomentari tampilan mereka “wah sekarang berhijab semua ya” kataku, “iya tapi aku masih ngerokok trid, susah buat berhenti” kata si A. “yah ga apa – apa, merokok ga haram kok” jawabku. Ya memang itu bukan nasihat yang tepat dari sesama perempuan yang sudah berhijab, tapi aku bukan orang yang suka ngejudge orang lain gara – gara sesuatu yang menurut orang lain kebanyakan itu hal negatif. Aku tau berhenti merokok itu hal yang paling susah. “aku yang ga jilbapan trid, soale lek jilbapan pasti wong wedi kabeh haha” sahut si K memecah ke canggungan di antara aku dan A. “yawda di brew and co aja ya, ada smooking roomnya” ajakku kepada mereka.
Sesampainya di brew n co, kami bertiga membuka pembicaraan basa - basi bertanya tentang keadaan masing - masing, kerja dimana sekarang.. sibuk apa... pertanyaan yang mungkin sangat klise di ucapkan oleh orang yang jarang ketemu. Lima menit sepuluh menit berlalu, dan akhirnya kita mulai membahas tentang masa lalu, permasalahan - permasalahan semasa sekolah, gosip terbaru teman - teman lama sampai bahas teman - teman kita yang udah pada ga ada. Sampai - sampai kita lupa niat nya ketemuan itu untuk bahas apa hehe...
Yang paling menarik tentang pertemuan ini, aku jadi menyadari kalau hidup itu berjalan dengan sangat - sangat cepat. Semua dengan jalan hidup masing - masing. Kita bergerak, selayaknya manusia. Aku bertanya kepada teman ku apa mereka masih sering bertemu dengan teman - teman yang lain, dan mereka menjawab hampir tidak pernah bertemu. Kesibukan yang membuat kita jauh, bukan karena kita bermusuhan , tetapi karena kita sudah mempunyai hidup yang lain, seperti orang dewasa pada umumnya. Everything Has changed, aku dengan kehidupan bisnis dan rumah tanggaku. Mereka dengan kehidupan barunya. Dan teman - teman ku yang lain sibuk dengan rencana kehidupan nya masing - masing.
Look mom! ga usa khawatir kalau anakmu ini ga ada temen yang main seperti dahulu.. hehe.. ibu sering khawatir dan bertanya " teman mu mana, kok ga ada yang main"... hadehhh... im old now mom... 28 tahun masa iya masih main monopoli.
Dan ini pula yang membuatku paham arti "teman hidup" / pasangan hidup. Karena memang benar dia itu adalah satu - satunya orang yang sampe jelek sampe tuek (tua) bakalan nempel terus di kehidupanmu. Mengambil dan menerima semua yang buruk dan baik dalam hidupmu. Tidak pernah menyerah ke kita dalam setiap kesalahan yang kita perbuat. Membantu kita berubah menjadi lebih baik.
Aku berubah, kata temanku. Dari fisik, financial, attitude, habbits, life dan semua - semuanya. Apa aku sedih? tentu engga. Aku lebih sedih kalau mereka bilang "kamu ga berubah". Berarti kita hidup selama ini ga ada perubahan sama sekali. Stuck di tempat seperti patung.
Kesalahan - kesalahan yang kita perbuat, menyadari kalau kita salah dan berusaha memperbaikinya itu salah satu yang membuat kita berubah menjadi seorang yang lebih baik. Hidup ini singkat, banyak di antara teman ku dulu yang sekarang sudah ga ada. Padahal dulu ketawa bareng, bolos sekolah bareng, dan berbicara tentang masa depan, yang pada akhirnya kita tau siapa yang mempunyai masa depan dan yang sudah tidak punya masa depan lagi.
Bertemu dengan teman lama itu penting, selain menjalin hubungan baik di antara teman lama, juga sebagai sarana penilaian terhadap diri kita, apa kita sudah bergerak maju ke kehidupan lebih baik dan setingkat lagi naik pangkat menjadi seseorang yang dewasa. Atau malah turun dan stuck tidak maju sama sekali.
"i miss my old friend" tapi dalam kehidupan yang dulu. Karena kalau kita ketemu kembali, mereka juga tidak seperti yang dulu :).
Jadi seperti apa hidupmu? apa ga berubah? gitu - gitu aja? coba bertemu dengan teman lama. Dengar apa yang mereka bicarakan. Kalau kamu berubah lebih baik, Alhamdulillah karena kamu selama ini hidup bergerak ga stuck. Tapi... kalau mereka bilang "kamu ga berubah ya sama seperti dulu" hmm tandanya kamu ....................................................... Im not judging. Hehehe..
Salam,
Astrid Arifianti.

0 Comments