Wisata petik strawberry pacet mojokerto


Selasa bukan waktu yang tepat buat liburan... bagi mayoritas orang pada umumnya... tapi bagaimana dengan keluarga saya? ........

"Nduk ayo ke kebun strawberry di pacet ta? Bapak mau ajak rafa khayla zidan" kata bapak kepada saya yang saat itu habis mandiin Rafa.
"Ayo lo... mas mau ikut ta emange?" Jawab saya dengan datar. Sudah hampir 3 bulan belakangan mas (kandung) saya resign dari kerjaannya. Bukan resign tapi perusahaannya pailit. Jadi dia kerja ikut saya atau jadi freelance fotografer. Tentunya hari biasa gini pasti dia ada di rumah dengan keluarganya. Sedangkan bapak, bapak pensiunan salah satu PT negara. Dan hobinya sekarang menghabiskan hari - harinya dengan aktifitas keluarga hehe...
"Ini ibu WA katanya bisa" jawab ibuku.
"Yawes aku siap - siap ya, nyepak bajue Rafa" saut saya sembari gendong rafa yang uda jerit - jerit bilang -angin mama- (dingin mama)

Sudah jam 10 siang waktu itu, saya mikir apa ga kesiangan berangkat wisata jam gini. Lagian tempat itu ga pernah saya dengar. Jauh apa ga? Kids friendly apa ga? Saya ga tau. Untungnya ada mas google yang bisa tau apa aja.. semacam paranormal di tahun 2018 hehe. Ketik "petik strowbery pacet" langsung muncul sekedipan mata. "Oh... ini to tempatnya" dalam hati... "Yank kamu mau ikut ta ke sini" kata saya sembari nunjukan hape ke suami. "Hmm ga ah, aku di rumah aja ya... banyak editan" balas suami. "Yawes aku ae ya sama rafa" dengan nada rada lemas. Hehe... saya bisa memastikan.. kalau hanya saya dan rafa yang pergi itu artinya saya harus mengeluarkan extra tenaga untuk menjaga dan mengejar Rafa yang lagi aktif - aktifnya.

Berangkatlah kami berempat..., ibu, bapak, saya, rafa. Perhentian pertama rumah kakak (mas) saya untuk menjemput dia dan keluarga. Butuh 1 jam perjalanan via toll juanda - sidoarjo dari rumah ke rumah kakak yang terletak di sidoarjo. "Makin siang nih, apa sempet ya sampe sana" pikir saya dalam hati. Dan... Akhirnya kita berangkat abis duhur 😅.

Oke... melajulah si terios putih yang di penuhi oleh 5 dewasa dan 3 orang anak beserta perintilan - perintilannya. Dengan dipandu google map yang ambigu (kadang bener kadang ngacau) kita memulai menempuh perjalanan.  Melewati lembah, bukit, persawahan, jalanannya yang naik turun membuat saya dan kakak ipar berasa mau mengeluarkan sesuatu yang indah dari dalam mulut . 1 jam 30 menit kemudian kami tiba di lokasi, tempatnya ada di kiri jalan. Terlihat papan pemberitahuan bergambar petunjuk arah masuk lokasi wisata hanya berukuran kurang lebih 1 meter × 70 cm berayun - ayun terterpa angin. Lalu mobil kami mulai memasuki lahan yang tandus.

"Ngeh pak , mriki mawon parkire" sambut mamas - mamas muda yang wajahnya lumayan hehe.
"Nggeh parkire sini ta mas" kata pak supir 😁 (bapak).

Alhamdulillah... kita sampai... anak - anak yang dari tadi bosen di perjalanan otomatis langsung teriak. Dan begitu menginjakan kaki ditanah setelah keluar dari mobil langsung ngibrit berpencar ke segala arah. 

"Hoii tunggu dulu jangan masuk dulu eee... bayar dulu" spontan bapak teriak. Suaranya lantang seperti pake toa masjid. 😅. Saya yang kebingungan belagak cuek aja melihat lihat sekitar. Biaya masuk tempat wisata ini cuma 10.000 rupiah per orang, termasuk murah ya... 10.000 itu daper jatah free strowbery 5 buah. Sisnya kalau kelebihan per Kg nya di kenakan tarif 80.000. 


Di lokasi ini yang semangat khayla keponakan saya. Rafa dan zidan mungkin belum seberapa paham arti metik strawbery ini.. jadi mereka cuma ngertinya nyabut tumbuhan. Entah itu buah masih ijo atau sudah merah mereka cabut semua 😅 untung aja yang jaga ga lihat. lain dengan khayla yang sudah paham benar mana strawberry matang dan gemuk - gemuk. Jadi dia semangat sampe naik turun tanjakan untuk memetik strawbery.


Panas teriknya matahari membuat ga betah lama - lama di kebun. Saya, Rafa, ibu dan bapak langsung melipir ke gazebo yang di sediakan di kebun strawbery. kami beristirahat di gazebo warung bawah sedangkan kakak sekeluarga lanjut ke taman kelinci. Yup... di lokasi wisata ini juga ada taman kelinci dan arena permainan lainnya.



Masuk taman kelinci, permainan air lainnya.. semuanya serba 10.000... Kita juga bisa cuma selfie di kebun ga pake bayar, tapi jam waktunya di batasi....  Overall yahhh... wisata ini cukup bagus lah... hanya saja lokasinya yang terik membuat ga betah lama - lama di kebun... hhehe...


Jadi wisata ini recomended apa ga... hmmm... menurut saya sih kurang ya... selain tempatnya yang ga sejuk - sejuk banget ( seperti di batu ) trus permainannya cuma sedikit.... mungkin kalau ngajak anak - anak yang udah gede seumuran dengan khayla keponakan saya ( 8 tahunan) cocok... kalau balita..  ga cocok sama sekali... karena kondisi jalanan perkebunannya curam dan cuma sepetak petak juga ga di lengkapi pengaman atau pembatas... kalau bawa anak balita harus extra jaga.

Okey segini dulu cerita saya di post ini... Semoga bermanfaat..

Salam,
Astrid Arifianti.

0 Comments