Merencanakan Pernikahan Di tengah Pandemi Covid - 19

 

Hello reader...

Kalian Lagi galau dan bingung nyiapin wedding di tengah pandemi? Atau mungkin ada rasa was - was acara wedding kalian bakal berantakan, karena liat temen yang kebanyakan gagal resepsi, gagal acara wedding gara - gara situasi negara, kebijakan pemerintah yang kadang absurd. 

saya mempunyai saran, as a vendor... Selama hampir satu setengah tahun ini saya mengalami banyak problematika tentang pernikahan. Mostly tentang tanggal yang tidak pasti, entah mundur bulan, mundur tahun bahkan cancelation dari pihak client. Pedih memang bagi saya maupun client. Karena keadaan yang ga menentu. 

Dari permasalahan itu semua saya bisa mengambil kesimpulan. Jika sebelumnya di persiapkan dengan matang dan terencana. Mungkin bisa meminimalisir permasalahan yang tibul. Yah.. masi mungkin... karena semua itu tergantung Tuhan yang maha esa. hehhe.

Oke lets start pembahasan kesimpulan dan pemikiran saya ( yang ga setuju, boleh close postingan ini 😃)

Menentukan Beberapa Tanggal pernikahan.

90% Client saya bilang "saya undur masih belum tau kapan" atau "kak kalau tidak jadi saya cancel yah"... Sayang ga sih kalau sudah jauh hari merencanakan tapi tiba - tiba cancel dan pernikahan impianmu terbang melayang cuma mimpi.

Apakah mungkin menyiapkan beberapa tanggal, yas... mungkin saja. Siapkan 2 - 3 tanggal yang berbeda, bukan hanya selisih minggu, kalau memungkinkan selisih bulan. Bisa selisih 2 bulan atau selisih maksimal 4 bulan dari tanggal yang utama. Bicarakan kepada semua vendor yang berkontribusi misal kalau hal yang ga di ingikan terjadi apa bisa di ganti untuk tanggal bulan segini. Apa ada tambahan biaya , dan konpensasinya bagaimana. Dan tanyakan juga apabila terjadi 2 hari acara, kalau -kalau memang resepsi tidak bisa terlaksana paling tidak akad dulu saja.

Believe me, jika dalam dekat hari H terjadi PPKM seperti sekarang terus merencanakan sesuatu yang mendadak bisa bikin mood jelek... apalagi pernikahan yang terjadi sekali, pasti dengan ke-bete-an yang terjadi "ya udah aku pasrah" yang keluar dari mulut. Meng-cancel wedding, sama saja membuang uang yang begitu besar, karena ga semua vendor bisa mengembalikan dana yang sudah di terima.

Menentukan Gedung / Tempat pernikahan

Masa pandemi yang terjadi mengakibatkan ke-normalan acara wedding sudah tidak mungkin di laksanakan.. Sebagai gantinya, drive thru atau tamu salam dengan mempelai dan langsung keluar menjadi sebuah alternatif. 

gedung yang luas tak lagi berguna, Pilihlah gedung atau tempat pernikahan yang memiliki ruang tunggu / halaman luas. dengan ventilasi yang cukup. 

Kebanyakan, Hotel menjadi pilihan yang tepat di masa pandemi ini, selain memiliki lahan parkir yang luas. Prokes dari pihak hotel juga bisa di andalkan loh...

Dealing with vendors

Hal yang ga kalah penting, karena vendor - vendor ini yang nantinya jadi bagian kesuksesan acara kita. 

Bicarakan dengan vendor, apa bisa booking dengan tanggal yang masih tidak pasti... Jelaskan se detailnya, kalo keadaan yang ga pasti seperti ppkm ini terjadi apa bisa pindah di tanggal ini... Itu juga bantu kalian buat diskusi tentang tanggal backup wedding loh... 

Dan jangan lupa bahas tentang cancelation fee, atau penambahan yang di kenakan jika tanggal mundur. 

About Menu 

Hmmm... Catering stand sudah tidak mungkin yah... 

Cari menu yang unik bisa jadi solusi... Seperti rantang susun dari bambu.. Yang isinya mulai dr apetizer smpe desert. Hehe... 

Butuh WO?

Jika ada uang lebih untuk hire WO, lebih baik pakai, kenpa? karena pihak WO yang akan mengurus semua yang di perlukan. Selain itu pihak WO akan memikirkan solusi jika acara mengalami kendala.

Memikirkan segala kemungkinan

Tetapi... jika tidak ada biaya tambahan degan mengHire WO, sebaiknya memikirkan solusi - solusi yang akan di alami jika acara cancel mendadak... bisa di bilang merancanakan plan ABCD.... Ingat kata pepatah... Sedia payung sebelum hujan.

Prokes Ketat para crew acara

Nah ini penting, tes Covid sebelum acara untuk pihak semua vendor yang crewnya frekuensinya lebih sering berdekatan dengan pihak mempelai, seperti MUA dan pihak dokumentasi. Alangkah lebih baiknya juga kalau pihak keluarga Inti dan non inti di pisah ruangan. Jadi meminimalisir kerumunan yang terjadi.


SO..... kesimpulannya, harus prepare dengan plan ABCD ... karenan memang wabah covid ini tidak menentu... sekali lagi "sedia payung sebelum hujan"

0 Comments