Big Bad Wolf 2026



HEllow.. Kemarin aku akhirnya menyempatkan diri datang ke Big Bad Wolf Surabaya 2026. Datangnya sengaja di H+4, karena jujur saja… lihat keramaian di hari pertama itu rasanya lebih cocok ditonton dari Instagram daripada dialami langsung. wwkwkwk...

Sebelum berangkat, aku sempat baca beberapa komentar di thread. Isinya kurang lebih: “nggak worth it”, “bukunya itu-itu lagi”, “tempatnya kurang strategis”, “kebanyakan buku anak”. Dalam hati aku mikir, ah masa sih? Tapi ya sudahlah, penasaran tetap menang.

Dan… ternyata pas aku sampe sana, cukup relate. Rak demi rak dipenuhi buku anak. Kalau dihitung-hitung, mungkin 70% isinya buku anak. Sepertinya memang ini kategori best seller, jadi stoknya digenjot habis-habisan. Masuk akal sih, walau bikin pengunjung non-parent sedikit merasa tersisih 😅


Buku selain anak tetap ada kok, tapi soal harga… hmm. Di rentang 100–300 ribu, rasanya agak nanggung. Di titik ini aku mulai berpikir, kalau sudah 300 ribu, mending sekalian ke Periplus ya nggak sih? Sementara buku yang di gogngongin di ig katanya 30 ribuan itu… entah bersembunyi di rak mana. Aku cari, tapi ga pernah benar-benar bertemu.




 Aku sendiri ga bisa memberikan review yang terlalu detail. Selain waktunya singkat, fokusku juga terpecah karena bocil sudah mulai kehilangan kesabaran melihat buku terlalu lama. Jadi tulisan ini bukan penilaian menyeluruh...lebih ke berbagi pengalaman singkat dari sudut pandang pengunjung yang datang dengan ekspektasi sederhana. atau lebih ke survive sambil lihat-lihat, bukan berburu harta karun literasi. hehehe pameran ini sampai tanggal 8 februari 2026 kalau kalian mau dateng silahkan.... ga ada tiket masuk. 


Catatan singkat dari kunjungan yang lebih banyak cerita daripada belanja
Astrid Arifianti, Februari 2026


0 Comments